website UMKM · panduan · pemula
Cara Membuat Website UMKM dari Nol sampai Online (Panduan 2026)
Langkah demi langkah membuat website UMKM: menentukan tujuan, memilih jenis website, domain, konten, desain, SEO, Google Business Profile, hingga merawatnya setelah online.
Artikel ini juga tersedia dalam English
Membuat website UMKM terdiri dari tujuh langkah: menentukan tujuan, memilih jenis website, menyiapkan domain, menyiapkan konten, mendesain dan membangun, mengoptimasi untuk Google, lalu merawatnya setelah online. Anda tidak perlu paham kode untuk menjalankan langkah-langkah ini; yang paling menentukan justru kejelasan tujuan dan kesiapan konten.
Kenapa UMKM perlu website sekarang
Menurut survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) 2025, pengguna internet di Indonesia mencapai 229.428.417 orang atau 80,66% penduduk. Di sisi lain, Kementerian UMKM mencatat sekitar 65,5 juta UMKM yang menyumbang 61,9% PDB. Artinya, calon pelanggan sudah online — dan persaingan untuk menarik perhatian mereka juga besar.
Media sosial membantu menjangkau orang, tetapi website memberi alamat resmi yang bisa ditemukan lewat Google dan sepenuhnya Anda kendalikan. Perbandingannya kami bahas di artikel website vs media sosial.
Langkah 1 — Tentukan satu tujuan utama
Tulis satu kalimat: “Website ini ada supaya pengunjung …”. Contoh:
- … memesan produk lewat WhatsApp.
- … percaya dan menghubungi untuk meminta penawaran.
- … menemukan lokasi dan jam buka kami.
Tujuan ini menentukan halaman apa yang perlu dibuat dan tombol apa yang paling menonjol.
Langkah 2 — Pilih jenis website yang paling sederhana
| Kebutuhan | Jenis website | Harga mulai di PintuWeb |
|---|---|---|
| Promosi satu produk atau event | Landing page | Rp600.000 |
| Memperkenalkan usaha & layanan | Company profile | Rp1.500.000 |
| Menjual banyak produk | Toko online | Rp2.500.000 |
| Menampilkan karya pribadi | Portofolio | Rp1.500.000 |
Bila ragu, pilih yang lebih sederhana. Website bisa dikembangkan kemudian.
Langkah 3 — Siapkan domain atas nama usaha
Domain adalah alamat website, misalnya namausaha.com. Pilih nama yang pendek, mudah dieja, dan sama dengan nama usaha. Untuk domain Indonesia, PANDI mengalokasikan .co.id bagi badan usaha (syaratnya NIB dan KTP) dan .biz.id bagi UMKM. Penjelasan lengkap ada di panduan domain dan hosting.
Yang terpenting: pastikan domain terdaftar atas nama Anda, bukan atas nama pembuat website.
Langkah 4 — Siapkan konten inti
Konten adalah penyebab keterlambatan paling umum. Siapkan:
- Deskripsi usaha dalam 3–5 kalimat: siapa Anda, apa yang dijual, untuk siapa.
- Daftar produk atau layanan beserta harga (bila ingin ditampilkan).
- Foto asli: produk, tempat usaha, tim. Foto ponsel yang terang sudah cukup baik.
- Kontak: nomor WhatsApp, email, alamat, jam buka.
- Bukti: testimoni pelanggan yang nyata, sertifikat, atau liputan media (jika ada).
Bila belum lengkap, kami bisa membantu menulis teks dari brief singkat.
Langkah 5 — Desain dan bangun
Desain yang baik untuk UMKM bukan yang paling ramai, melainkan yang membuat pengunjung cepat paham dan mudah bertindak. Beberapa prinsip:
- Utamakan tampilan ponsel, karena sebagian besar pengunjung datang dari sana.
- Satu tombol utama yang jelas, misalnya “Pesan via WhatsApp”.
- Halaman cepat dibuka; Google menyarankan konten utama tampil dalam 2,5 detik.
Di PintuWeb, Anda menyetujui desain lebih dulu sebelum website dibangun, dan pratinjaunya bisa Anda buka sendiri selama pengerjaan.
Langkah 6 — Optimasi untuk Google
Website baru perlu dibantu agar ditemukan. Langkah dasarnya: judul dan deskripsi halaman yang jelas, sitemap, HTTPS, tampilan ramah ponsel, lalu mendaftarkan website ke Google Search Console. Daftar lengkapnya ada di checklist SEO website baru.
Untuk usaha dengan lokasi fisik, buat juga Google Business Profile agar muncul di Google Maps dan pencarian lokal.
Langkah 7 — Rawat setelah online
Website yang tidak diperbarui lama-lama tertinggal. Jadwalkan pembaruan sederhana: harga dan produk baru, foto terbaru, artikel sesekali, dan cek apakah formulir serta tombol WhatsApp masih berfungsi. Ingat juga tanggal perpanjangan domain dan hosting; di PintuWeb biayanya sekitar Rp300.000–Rp500.000 per tahun mulai tahun kedua dan kami kabari sebelum jatuh tempo.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah UMKM bisa membuat website sendiri tanpa jasa?
Bisa, dengan pembuat website instan. Konsekuensinya, Anda mengerjakan desain, penulisan, dan pengaturan SEO sendiri, dan pilihan tampilan serta fitur terbatas. Jasa pembuatan website menghemat waktu dan biasanya menghasilkan website yang lebih cepat dan rapi.
Berapa lama sampai website muncul di Google?
Biasanya website baru mulai terindeks dalam 1–2 minggu setelah didaftarkan ke Google Search Console. Peringkatnya tumbuh bertahap seiring konten yang bermanfaat.
Apa yang perlu saya siapkan sebelum menghubungi jasa pembuatan website?
Tujuan website, nama usaha, deskripsi singkat, daftar produk atau layanan, foto, dan kontak. Contoh website yang Anda sukai juga sangat membantu.